Tampilkan postingan dengan label Teologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teologi. Tampilkan semua postingan

Muhammad Taqi MIshbah Yazdi: Islam itu Universal

Rabu, 02 Juni 2010


Pendahuluan

Islam sebagaimana Islam dari zaman ke zaman telah dituntut untuk menjawab segala problematika di dunia yang kita diami ini. Maka dari itu, berkat dari usaha para intelektual kontemporer Islam untuk membuktikan validitas Islam, Islam berhasil menunjukkan jati dirinya dengan merambah ke segala lini dalam konteks kehidupan. Mulai dari permasalahan hukum ibadah, lalu ke permasalahan politik, sampai kepada hak asasi manusia. Serangan-serangan dari barat tidak menjadikan Islam makin termarginalkan tetapi islam makin berkembang.

Ayatullah MT Misbah Yazdi juga ikut andil atas hal ini, sebagai seorang filosof dan mutakallim, ia kerap memberikan sumbangsih pengetahuannya terhadap Islam, tidak terlepas atas serangan-serangan barat, MT Misbah Yazdi memberikan argumennya tentang universalitas Islam kala masa itu iklim pemikiran Iran telah diselimuti oleh doktrin-doktrin Marxisme yang materialis dan meruntuhkan nilai-nilai agama.

print this page Print this page

Memahami Watak Politik dalam Islam

Kamis, 15 April 2010


Sebelum kita memaknai politik dalam ruang lingkup agama, adanya kita harus perlu untuk mengetahui apa definisi serta maksud tujuan dari politik itu sendiri. Aristoteles mendefinisikan bahwa yang dimaksudkan politik adalah usaha yang ditempuh warga negara yang bertujuan untuk mewujudkan maslahat bersama. Selain itu ada juga yang mengartikan politik itu adalah hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan dan negara. Anggapan lain mengatakan politik adalah segala sesuatu tentang proses perumusan dan pelaksanaan kebijakan publik. Akan tetapi definisi yang lebih tepat lagi mengatakan bahwa politik adalah suatu alat untuk membentuk dan membagi kekuasaan dalam koridor masyarakat. Khususnya dalam negara, politik berwujud sebagai pembuat keputusan.[1] Lantas bagaimana dengan penilaian anggapan bahwa doktrin agama/teologi berhubungan dengan politik?

Apapun aspek yang ada dalam dunia agama, tentu sangat banyak sekali berbagai macam potensi pengetahuan yang layak untuk dipelajari, khususnya pada agama Islam. Islam selaku sebagai agama dan ideologi yang kaffah, dapat mengakomodir segala macam bahasan yang tak lapuk dimakan usia. Seperti contoh tentang aspek teologi, tasawuf dan juga filsafatnya yang terkenal, yang dikuasai oleh orang-orang yang benar-benar qualified. Maka dari ini semua, Islam sempat menjadi poros pengetahuan dunia dan menjadi kiblat pengetahuan dunia.

print this page Print this page

Sahabat Nabi dalam Tinjauan Kitab Suci Al-Qur'ân

Selasa, 02 Februari 2010


Pendahuluan

Tidak dipertanyakan lagi, bahwa para sahabat, telah mengiringi perjalanan sejarah Islam bersama dengan Muhammad Rasulullah saww yang menjadi panutan dalam Islam sepanjang masa. Sahabat yang mempunyai pengertian secara umum yakni orang yang hidup pada zaman Rasulullah saww, dan berjumpa dengan beliau serta mati dalam keadaan Islam, telah mengisi panggung sejarah berbagai macam komentar yang terlontar oleh beberapa kelompok, khususnya dalam disiplin Ilmu Kalam.

Sebagian dari kelompok tersebut ada yang memberikan komentar bahwa mereka-lah yang paling berjasa pasca sepeninggal Rasul sebagai pelestari ajaran Islam, Kulluhum ‘udûl, mereka semua juga berakhlak mulia dan berpengetahuan luas. Sehingga perkataan, perbuatan dan ketetapan mereka dijadikan rujukan (atsar) bagi kelompok tersebut, kelompok tersebut yakni Asy‘ariyah (Ahlussunnah)

print this page Print this page

Imam Mahdi Versi Syiah dan Ahlussunnah

Kamis, 22 Oktober 2009


Pendahuluan

Semua agama baik yang samawî maupun ardhî, pada dasarnya hanyalah mengajarkan kebaikan dan menentang keburukan serta kedurjanaan. Oleh karena itu semua agama memiliki perisai-perisai yang digunakan untuk menangkis keburukan tersebut. Dalam Islam misalnya, terdapat Al-Qur’ân dan Hadîts yang merupakan salah satu hujjah Allah untuk manusia guna menangkis segala godaan setan yang bertujuan untuk menyesatkan manusia. Pun juga seorang nabi juga dihadirkan untuk memerangi godaan setan.

Seperti yang telah dijanjikan oleh Allah kepada setan, bahwa ia diberikan umur panjang sampai pada hari kiamat nanti, sedangkan para nabi sebagai penjelas dari kitab-kitab Allah,yang merupakan manusia biasa, yang terbatas pada masa atau umur sewaktu-waktu dapat menginggal begitu saja. Padahal,”setiap kaum harus memiliki pembimbing-nya.

print this page Print this page

Madzhab Syiah Imamiyah

Kamis, 09 Juli 2009


Pendahuluan
Syi'ah, mungkin beberapa golongan sudah banyak yang mengetahuinya sebagai satu madzhab Islam biasa dan sama dengan yang lainnya. Akan tetapi bagi yang tidak mengetahuinya mereka menganggap bahwa syi'ah adalah suatu aliran yang layak dijauhi bagaikan virus dan dirasa sudah menyimpang dari ajaran-ajaran Rasulullah SAWW. Akan tetapi dalam makalah ini kami hanya menjelaskan salah satunya yaitu Syi'ah Imamiyah. Seperti apakah Syi'ah itu? Darimana asal usulnya? Makalah ini berusaha menjelaskan sejelas-jelasnya dengan harapan orang-orang yang tidak mengetahui Syi'ah yang sebenarnya akhirnya dapat mengetahuinya dan menghilangkan klaim buruk mereka terhadap syi'ah.

print this page Print this page

Imamah

Selasa, 07 Juli 2009


Pendahuluan
Imamah dan Khilafah, adalah suatu konsep fundamental yang dipegang antara Syiah dan Ahlussunnah wal Jama’ah. Yang mana antara keduanya terdapat pertentangan yang begitu mencolok. Syi’ah meyakini bahwa para imam ma’shum dan terhindar atas segala dosa, cakupan dari kekuasaan Imamah adalah tentang kepengurusan negara dan sebagai pengganti rasulullah saww, yaitu yang memberikan fatwa-fatwa syar’i. Sedangkan lain halnya dengan Ahlussunnah yang menggunakan metode khilafahnya, beranggapan bahwa para khalifah tidaklah ma’shum dan cakupan kekuasaan khilafah hanya seputar kepengurusan negara saja.
Membahas tentang dua metode tersebut, antar kedua kelompok tersebut sering terjadi pertentangan. Yang mana satu diantaranya berusaha saling menggugurkan. Pertentangan seputar Imamah vs Khilafah inilah yang menjadikan pemahaman dan pengajaran dari dua aliran ini sangat berbeda, dengan adanya Syi’ah yang meyakini konsep Imamahnya yang ma’shum, maka pemahamannya tentang hakikat hadîts adalah perkataan, perbuatan dan ketetapan ma’shumin (para nabi dan a’immah), sedangkan Ahlussunnah memaknai hadîts adalah perkataan, perbuatan dan ketetapan para nabi. Tak cukup dengan itu, Ahlussunnah beranggapan bahwa “kullu shahabah udûl”, sedangkan Syi’ah beranggapan bahwa sahabat hanyalah manusia biasa yang mendapat kemuliaan dengan hidup di zaman Rasulullah saww.
Tulisan ini berusaha sedikit memberikan gambaran tentang sistem kepemipinan Imamah. Selain itu, tulisan ini juga akan banyak menjelaskan metode Imamah yang dewasa ini kurang dimengerti hakikatnya oleh para muslimin, Insya Allah. Harapan terbukanya akan pola pikir yang jauh dari sikap fanatis menjadi tuntutan bagi para penyimak oleh penulis. Karena ilmu tanpa akal (fanatik) hanya akan memberikan bahaya bagi pemiliknya. Amin ya rabbal ‘Alamîn.

print this page Print this page

 
 
 

Followers