Tampilkan postingan dengan label Metodologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Metodologi. Tampilkan semua postingan

Tradisi Ilmiah Islam

Selasa, 30 November 2010


Pendahuluan
Dalam kronologi sejarah, khususnya pada bidang ilmu pengetahuan, konon sebelum barat mengalami masa-masa keemasannya, maka timur-lah yang diwakili oleh Islam lebih dahulu mengalami masa-masa kejayaannya. Maka dari itu pada hakikatnya bangsa timur lebih mengenal salah satu tradisi, yakni tradisi ilmiah jauh sebelum bangsa barat memiliki tradisi. Akan tetapi, diam-diam barat mencoba untuk berguru kepada Islam, tanpa disadari mereka mempelajari apa yang Islam teorisasikan, dan perlahan-lahan mereka mulai membenahi dirinya dan serasa ingin keluar dari zaman kegelapannya.

Namun disisi lain pada perkembangannya, tradisi ilmiah Islam mengalami masa-masa kemunduran ketika umat Islam telah hanyut di dalam jurang keglamoran tanpa adanya keinginan untuk terus menggali warisan-warisan pengetahuan. Sehingga hal ini menciptakan keterpurukan bagi umat Islam dengan keadaan sebaliknya yakni bangsa barat mulai terbit, dan pada akhirnya hingga sampai kini umat Islam tidak lagi memimpin layaknya pada masa-masa keemasannya. Barat menjadi pengendali dunia dan tentunya memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap dunia melewati usaha-usaha imperialismenya.

print this page Print this page

Kebebasan Beragama

Kamis, 04 November 2010


Pendahuluan

Salah satu tema yang tak akan pernah hilang atau lapuk ditelan oleh zaman seputar tentang hal yang bersifat social adalah kebebasan beragama. Faktanya semakin banyak manusia yang lahir maka semakin banyak pula aliran-aliran keagamaan yang eksis, sehingga terkadang aliran agama yang dirasa muncul lebih dahulu dengan bangunan teologi yang sudah solid dan diyakini oleh para pengikutnya menjadi tercerai-berai kembali dikarenakan para pengikutnya merasa aliran agamanya telah tersaingi atas aliran agama baru tersebut, dan pada akhirnya timbullah kemarahan dan rasa untuk melawan aliran agama baru tersebut. Maka hal inilah yang terkadang banyak menyulut tentang permasalahan intoleransi beragama, meskipun Deklarasi Hak Asasi Manusia pada tahun 1945 telah dilangsungkan dengan menyinggung permasalahan kebebasan beragama.

Harus kita akui bahwa manusia yang telah ditakdirkan tercipta bersuku-suku ini, secara otomatis telah membuka ruang gerak baru bagi manusia untuk merengkuh Tuhannya. Akan tetapi hal tersebut kadang sangat sulit sekali dimaklumi oleh beberapa kalangan. Sehingga paksaan dalam bentuk kekerasan beragama masih saja terus terjadi dan hak asasi manusia masih sering sekali terlupakan.

Akan tetapi, sejatinya seperti apakah kebebasan beragama itu? Apakah kebebasan beragama itu artinya membiarkan orang lain yang berbeda agama dengan kita untuk berpotensi menjadi kafir? Apakah kita harus melulu sibuk dengan keyakinan diri kita sendiri dan acuh kepada keyakinan mereka? Karena mengingat bahwa keimanan itu tidak boleh dipaksakan? Maka makalah ini akan membahas kesemuanya.

print this page Print this page

Biografi Marx dan Faham Komunismenya

Jumat, 15 Oktober 2010


Karl Marx, pelopor utama gagasan "sosialisme ilmiah" dilahirkan tahun 1818 di kota Trier, Jerman, Ayahnya ahli hukum dan di umur tujuh belas tahun Karl masuk Universitas Bonn,juga belajar hukum. Belakangan dia pindah ke Universitas Berlin dan kemudian dapat gelar Doktor dalam ilmu filsafat dari Universitas Jena.

Entah karena lebih tertarik, Marx menceburkan diri ke dunia jurnalistik dan sebentar menjadi redaktur Rheinische Zeitung di Cologne. Tapi, pandangan politiknya yang radikal menyeretnya ke dalam rupa-rupa kesulitan dan memaksanya pindah ke Paris. Di situlah dia mula pertama bertemu dengan Friederich Engels. Tali persahabatan dan persamaan pandangan politik mengikat kedua orang ini selaku dwi tunggal hingga akhir hayatnya.

Marx tak bisa lama tinggal di Paris dan segera ditendang dari sana dan mesti menjinjing koper pindah ke Brussel. Di kota inilah, tahun 1847 dia pertama kali menerbitkan buah pikirannya yang penting dan besar The poverty of philosophy (Kemiskinan filsafat). Tahun berikutnya bersama bergandeng tangan dengan Friederich Engels mereka menerbitkan Communist Manifesto, buku yang akhirnya menjadi bacaan dunia.

print this page Print this page

Peran Seni dalam Kehidupan Spiritual

Kamis, 01 Juli 2010


Pendahuluan

Semua manusia pasti sudah mengetahui apa itu kesenian, kesenian lahir dari otak kanan manusia. Dalam keberadaannya seni selalu ditopang dengan adanya kreatifitas manusia itu sendiri dalam berekspresi, sehingga menimbulkan apresiasi-apresiasi tertentu yang diberikan oleh manusia yang menikmati karya seni itu. Akan tetapi pernahkah ada yang memahami bahwa sebenarnya kesenian itu juga merupakan salah satu sarana untuk mendekatkan diri kita kepada Tuhan? Dalam perkembangannya seni pada hakikatnya terbagi menjadi empat dan terpilah-pilah menjadi beberapa corak, salah satunya adalah the sacred art/seni sakral. Seni sacral inilah yang mempengaruhi manusia untuk lebih dekat kepada Tuhannya. Seperti apakah seni sacral itu? Apa perbedaan antara seni sacral, seni profane, seni agama dan seni tradisional? Dalam makalah ini kajian tersebut akan dibahas atau dijelaskan secara mendalam.

print this page Print this page

Memahami Watak Agama-Agama

Jumat, 09 April 2010


Oleh: Mahbib Khoiron


Apa nilai penting dari studi agama-agama? Pertanyaan ini mencuat bisa terjadi seiring dengan perkembangan nalar berpikir yang sinis bahwa agama tak ubahnya budaya masyarakat yang tak memiliki peran fundamental dalam melatari segenap aktifitas para penganutnya. Tentu hal demikian menyedeerhanakan masalah. Karena buktinya beragam peradaban di dunia ini dari soal kemajuan pesatnya sampai titik akhir kehancurannya selalu melibatkan agama-agama. Itu artinya, agama memang menyimmpan potensi ganda, yakni memompa jalan kehidupan manusia untuk naik ke atas atau justru memerosotkan kelebihan-kelebihan yang semestinya dicapai kepada lembah keterpurukan.

Tengok saja beberapa fakta yang ada di negara-negara maju seperti Jepang dan India. Potensi transformatif yang termuat dari ajaran Shinto nyatanya memacu negara Jepang untuk menuai sebuah kemajuan. Demikian pula dengan India, yang sanggup hidup secara independen dalam hal ekonomi lantaran doktrin Swadesi yang mereka anut memberi anjuran dan dukungan penuh pada watak kemandirian masyarakat India. Kenyataan ini mungkin sangat kontras dengan apa yang terjadi di Turki. Negara sekuler ini berupaya keras membuang agama dari kehidupan politik. Mungkin ini dilatari oleh motivasi baik menciptakan kehidupan politik yang lepas dari kepentingan ideologis apapun, karena negara seyogyanya menjadi ‘rumah bersama’ dan berlabuhnya cita-cita kesejahteraan bersama. Apalagi peristiwa traumatik pada abad pertengahan yang dipertontonkan di penjuru Barat sana cukup meyakinkan khalayak umum bahwa agama memiliki kekolotannya sendiri yang irasional. Namun apa yang kita skasikan di Turki pasca penerapan ideologi sekulerisme ini? Negeri ini jatuh pada keterpurukan lantaran membanjirnya protes keras dari para agamawan yang merasa tidak terserap aspirasinya dan hak-hak individualnya.

print this page Print this page

Wahdatul Wujud, Serta Perbedaan Teori Wujud Sufi dan Teori Wujud Filosof

Kamis, 21 Januari 2010


Pendahuluan

Pembahasan tentang Tuhan sungguh telah menjadi pembahasan yang tiada habisnya. Dalam setiap zaman Tuhan selalu ingin diketahui oleh makhluk-Nya, hal ini berangkat dari fitrah manusia yang mempunyai rasa ingin tahu dan rasa apresiasi yang tinggi. Maka atas itu, muncullah macam-macam disiplin ilmu yang membahas tentang Tuhan. Seperti contohnya Filsafat dan Tasawuf yang masing-masing memiliki metode yang berbeda dan sudut pandang yang berbeda, akan tetapi memulai start tentang pembahasan Tuhan dalam tempat yang sama, yakni dari bahasan wujud.

print this page Print this page

Psikologi Agama

Senin, 06 Juli 2009

Pengertian Psikologi

Secara umum, perumusan pengertian psikologi dapat disederhanakan dalam tiga pengertian, yaitu:
1. Psikologi adalah studi tentang jiwa (psyche), seperti studi yang dilakukan oleh Plato (427-347 SM) dan Aristoteles (384-322 SM) tentang kesadaran dan proses mental yang berkaitan dengan jiwa.
2. Psikologi adalah ilmu tentang kehidupan mental, seperti pikiran, perhatian, persepsi, intelegensi, kemauan, dan ingatan. Definisi ini dipelopori oleh Wilhelm Wundt.
3. Psikologi adalah ilmu pengetahuan tentang perilaku organisme, seperti perilaku kucing terhadap tikus, perilaku manusia terhadap sesamanya dan sebagainya. Definisi ini dipelopori oleh John Watson.
Psikologi meneliti kesadaran dan pengalaman manusia. Psikologi mengarahkan perhatiannya pada perilaku manusia dan mencoba menyimpulkan proses kesadaran yang menyebabkan terjadinya perilaku itu. Belum ada kesepakatan tentang cakupan psikologi. Ada yang beranggapan psikologi hanya tertarik pada perilaku yang tampak saja, sedangkan yang lain tidak dapat mengabaikan peristiwa-peristiwa mental. Sebagian psikolog hanya ingin memerikan apa yang dilakukan orang, sebagian lagi menyatkan bahwa psikologi baru dapat dikatakan sebagai ilmu/sains bila sudah mampu mengendalikan perilaku orang lain. George A. Miller membantu kita membuat definisi lingkup ilmu Psikologi yang mencakup semuanya sebagai berikut: “Psychology is the science that attempts to describe, predict and control mental and behavioral events”


print this page Print this page

 
 
 

Followers