Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan

Kemerdekaan, Sebuah Ajang Untuk Menunjukkan Jati Diri Bangsa

Rabu, 11 Agustus 2010


Pendahuluan

Kemerdekaan Negara kita sebentar lagi akan kita rayakan. Beragam upaya perayaan akan kita laksanakan dengan suka cita. Siapapun pasti mendambakan sebuah kemerdekaan. Kemerdekaan adalah tuntutan fitrah kita yang selama ini kita idam-idamkan dengan bantuan tinjauan akal. Akal mengarahkan kita untuk meraih kemerdekaan kita, baik secara batin, fisik maupun secara social.

Akan tetapi dalam mengusahakan sebuah kemerdekaan, akal seringkali juga menjerumuskan pemiliknya. Seperti contoh tentang adanya tuntutan hak asasi manusia yang sebebas-bebasnya tanpa adanya ikatan peraturan agar tidak melencengnya kemerdekaan hak yang dituntutnya. Maka agama-lah yang bertugas untuk menyetirnya dengan memberikan batasan-batasan, sehingga kemerdekaan diri tidak bersikap sewenang-wenang dan melampaui batas.

print this page Print this page

Memahami Watak Politik dalam Islam

Kamis, 15 April 2010


Sebelum kita memaknai politik dalam ruang lingkup agama, adanya kita harus perlu untuk mengetahui apa definisi serta maksud tujuan dari politik itu sendiri. Aristoteles mendefinisikan bahwa yang dimaksudkan politik adalah usaha yang ditempuh warga negara yang bertujuan untuk mewujudkan maslahat bersama. Selain itu ada juga yang mengartikan politik itu adalah hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan dan negara. Anggapan lain mengatakan politik adalah segala sesuatu tentang proses perumusan dan pelaksanaan kebijakan publik. Akan tetapi definisi yang lebih tepat lagi mengatakan bahwa politik adalah suatu alat untuk membentuk dan membagi kekuasaan dalam koridor masyarakat. Khususnya dalam negara, politik berwujud sebagai pembuat keputusan.[1] Lantas bagaimana dengan penilaian anggapan bahwa doktrin agama/teologi berhubungan dengan politik?

Apapun aspek yang ada dalam dunia agama, tentu sangat banyak sekali berbagai macam potensi pengetahuan yang layak untuk dipelajari, khususnya pada agama Islam. Islam selaku sebagai agama dan ideologi yang kaffah, dapat mengakomodir segala macam bahasan yang tak lapuk dimakan usia. Seperti contoh tentang aspek teologi, tasawuf dan juga filsafatnya yang terkenal, yang dikuasai oleh orang-orang yang benar-benar qualified. Maka dari ini semua, Islam sempat menjadi poros pengetahuan dunia dan menjadi kiblat pengetahuan dunia.

print this page Print this page

Politik Ala Ibn Taimiyah

Selasa, 30 Maret 2010


Politik yang banyak masyarakat kenal dewasa ini seringkali diartikan sebagai perihal yang kotor, yang menjadi jurang bagi pelaksananya dan menjadikan pelaksananya tersebut sebagai orang-orang yang diklaim buruk. Terkadang ada yang menganggap pula bahwa politik menghantarkan pelaksananya untuk berfikir sebagai orang-orang yang melupakan nilai-nilai keagamaan yang selalu menjunjung tinggi nilai budi luhur, sehingga langkah yang diambilnya menjadikan ia bertindak tidak adil. Memang politik yang bersifat seperti ini ada pada kalangan kita, terutama di negeri kita tercinta.

Oleh karena itu Ibn Taimiyah dalam menangggapi masalah ini, ia memberikan solusinya, sebagai jalan tengah untuk memberikan pandangan baru kepada khalayak bahwa politik tidaklah buruk seperti yang selama ini dinilai. Kita ketahui secara tidak langsung Rasulullah saww dalam kehidupannya berkecimpung dalam politik. Baginya, agar politik mendapat tempat sebagaimana mestinya, maka agama haruslah mendampinginya supaya tetap sehat dan berada pada keluhuran nilai-nilai agama. Politik yang berasaskan agama ini dinamakan dengan Al-Siyâsah Al-Syar‘iyyah/Pemerintahan Syariat.

print this page Print this page

Konstitusi di mata Aristoteles

Sabtu, 11 Juli 2009


Pendahuluan

Konstitusi, merupakan hal yang sangat penting bagi ruang lingkup suatu negara. Karena konstitusilah yang memberikan aturan-aturan dalam ruang lingkup negara tersebut. Tanpa adanya dari konstitusi maka segala sesuatu bentuk aturan-aturan yang ada dalam suatu negara tidak dapat terealisasi, sehingga akan berdampak buruk bagi suatu negara tersebut. Aristoteles telah menekankan bahwa “warga negara yang baik harus dapat mengetahui dan mempunyai kemampuan baik diatur oleh peraturan-peraturan konstitusi maupun mengatur jalannya sistem konstitusi. Hal inilah yang merupakan keluhuran budi dari warga negara serta mempunyai pengetahuan tentang aturan pada orang-orang merdeka dari kedua sudut pandang.”
Dalam makalah ini, penulis akan memberikan sejumlah keterangan-keterangan tentang konstitusi serta dampak yang terkait untuk negara yang melaksanakannya. Dan juga akan diangkat pula pendapat dari seorang tokoh filosof terkenal yaitu Aristoteles.
Bagaimana beliau menanggapi sebuah konstitusi bagi suatu negara pada konsep kewarganegaraan. Serta pembagian yang telah dibuat oleh Aristoteles tentang konstitusi yang berdasarkan pemikirannya. Dan juga akan dibahas pula bagaimana konstitusi yang selama ini berjalan di Indonesia.

print this page Print this page

Imam Khomeinî dan Wilâyah Al-Faqîh

Kamis, 09 Juli 2009



Pendahuluan

Selama ini, banyak berbagai macam tokoh memberikan gagasan tentang teori kepemimpinannya. Ada yang memberikan gagasan tentang demokrasi yang dipandang sebagai contoh bentuk sistem kepemimpinan yang ideal dengan kedaulatan rakyatnya, karena kesemuanya adalah dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Ada juga yang memberikan tentang monarki, baik itu yang bersifat absolut atau konstitusi yang dirasa memiliki keunggulan tersendiri. Ada juga teo-demokrasi yang dianut oleh system pemerintahan wilâyah al-faqîh yang mengubah tatanan hidup masyarakat Iran yang awalnya kebarat-baratan menjadi islami, yang digerakkan oleh Imam Khomeini. Bagaimana konsep pemerintahan Islam menurut beliau? Begitu juga tentang bahasan Wilâyah Al-Faqîh, seperti apakah konsep wilâyah al-faqîh? Apa yang melatar belakanginya? Bagaimana pula perbedaan yang melatar belakangi antara Imam Khomeinî dan ‘Alî Syariatî? Makalah ini akan memberikan sedikit gambarannya.

Sekilas Tentang Biografi Imam Khomeini

Namanya adalah Ayatullah Sayyid Rûhullah Al-Mûsawî, beliau lahir di Khomein yang merupakan sebuah kampung kecil di Iran Tengah pada tanggal 24 oktober 1902. Keluarganya adalah keluarga Sayyid Mûsawî, yakni keturunan Nabi yang berasal dari jalur Imam Mûsa Al-Kadzim yang berasal dari Naisabûr, sebuah kota di wilayah timur laut Iran. Ayahnya bernama Sayyid Musthafâ.

print this page Print this page

Ekonomi Terpimpin Serta Terapannya


Sejarah Singkat Bung Hatta Sebagai Pemrakarsa Ekonomi Terpimpin.
Ekonomi terpimpin, kata itu bagi sejarahwan mungkin sudah tidak asing lagi. Pendirinya adalah Mohammad Hatta yang akrab disapa dengan sapaan Bung Hatta. Selain dikenal sebagai proklamator dan pendiri bangsa, beliau juga dikenal sebagai bapak koperasi Indonesia dan bapak ekonomi Indonesia. Selama beliau hidup, beliau banyak mengabdikan waktunya untuk membaca buku. Sejarah telah mencatat bahwa beliau telah mempunyai koleksi lebih dari 10.000 buku yang berbahasa Jerman, Inggris, Perancis dan tentunya Indonesia.

print this page Print this page

Multikulturalisme dan Politik Identitasnya

Selasa, 07 Juli 2009


Pendahuluan
Multikulturalisme atau banyaknya macam-macam budaya dan etnis dalam kehidupan warga negara memang sudah tidak asing lagi terjadi di dalam ruang lingkup kewarganegaraan. Baik di negara-negara luar negeri yang single-etnis atau di negara yang multi-etnis seperti di negara kesatuan Republik Indonesia hal itu juga terjadi dalam keadaan yang bermacam-macam.

Mengapa hal ini dapat terjadi? Lalu apa dampak yang diperoleh dengan adanya fakta lapangan tersebut? Dalam beberapa keadaan, konsep-konsep ini yaitu multikulturalisme dan politik identitas sering disandingkan dengan teori kewarganegaraan, melihat hal itu, maka apa hubungannya antara multikulturalisme serta politik identitasnya dan dampak terhadap teori kewarganegaraan yang selama ini telah berjalan di kalangan masyarakat?

Makalah ini akan berusaha memberikan gambaran-gambaran dari hubungan 3 konsep tersebut secara umum. Serta juga pemakalah akan memberikan beberapa contoh-contoh demi harapan mengertinya kepada para pembaca sekalian akan maksud dari makalah ini.

print this page Print this page

 
 
 

Followers