Tampilkan postingan dengan label Filsafat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Filsafat. Tampilkan semua postingan

Hobbes, Spinoza dan Leibniz Menanggapi Substansi

Kamis, 30 September 2010

Pendahuluan

Dalam bukti perkembangan ilmu pengetahuan, bagai sendok yang selalu bergandengan dengan garpu, konon filsafat juga selalu mempunyai andil dalam memberikan pondasi-pondasi teori pengetahuan, sehingga dikatakan filsafat menjadi topangan suatu pengetahuan tersebut untuk berpijak. Seperti contoh tentang pemahaman tentang diri manusia yang berderivasi ke dalam ilmu-ilmu yang bersifat psikis dan realitas alam sekitar yang terderivasi ke dalam ilmu-ilmu yang bersifat scientist. Kesemuanya mulanya lahir dari teori-teori filsafat. Begitu banyaknya pengaruh filsafat, sampai-sampai segala macam ilmu dapat dipahami dan diurai melalui pembahasan filsafat.

Pengaruh filsafat yang kian jelas dalam ilmu pengetahuan ini tentunya tidak akan akan terjadi jika perkembangan filsafat untuk meluas ke seluruh dunia terhambat atau bahkan tidak berkembang sama sekali. Filsafat yang pada awalnya lahir di dalam atmosfer kehidupan masyarakat Yunani yang dikembangkan oleh filosof Yunani kuno seperti Socrates, Plato dan muridnya Aristoteles menjadi momok yang sangat jelas bagi masyarakat di sekitarnya seperti kaum sofis dan lainnya dan pada akhirnya ajaran filsafat menang dan berkembang pesat di Yunani.

print this page Print this page

Sigmund Freud, Sang Pembaharu Dunia Psikologi

Kamis, 15 Juli 2010


Sigmund Freud, seorang filosof kontemporer pemula cikal bakal psikoanalisa, dilahirkan tahun 1856 di kota Freiberg yang kini terletak di Cekoslovakia. Tatkala dia berumur empat tahun, keluarganya pindah ke Wina dan di situlah dia menghabiskan hampir seluruh hidupnya. Freud seorang mahasiswa yang pandai di sekolahnya, ibunya menyarankan kepada dirinya untuk menjadi seorang dokter, tetapi na’asnya ia malah takut akan darah. Sehingga dipikirkan sebuah teori analisa terhadap manusia yang terlepas dari darah akan tetapi terkait dengan ilmu kedokteran, maka jadilah sebuah rumusan bahasan psikoanalisa. Sehingga ia berhasil meraih gelar sarjana kedokteran dari Universitas Wina tahun 1881.

Psikoanalisa dipahami sebagai sebuah “pengetahuan untuk membaca/science of reading”, yakni membaca psyche/mental apparatus yang merupakan lawan dari badan, menurut Freud psyche ini bertugas untuk melihat unconscious/nir-sadar. Masih merujuk pada argument Freud, bahwa sebenarnya manusia ini terdiri dari tiga hal, yakni badan/body, sadar/conscious dan nir-sadar/unconscious, dan yang paling dominan adalah nir-sadar/unconscious.

print this page Print this page

Akal Dalam Perdebatannya

Sabtu, 01 Mei 2010


Akal Sebagai Media Penyimpanan dan Memahami Realitas

Allamah thabathabai mendefinisikan bahwa akal adalah sebuah substansi yang tidak bermateri secara esensi maupun aktualitasnya, akan tetapi tidak dinisbatkan pula bahwa sesungguhnya terkadang pengenalan inderawi atau materi telah membantu akal kita untuk beraktualitas. Seperti contoh tentang wujud zihni/concept of mind, yang sebenarnya gejala-gejala tersebut merupakan gejala yang khas dimiliki akal yang dapat dipengaruhi oleh dunia luar.

print this page Print this page

Rene Descartes Dalam Kancah Ilmu Pengetahuan

Senin, 15 Maret 2010


Pendahuluan
Di desa La Haye-lah tahun 1596 lahir jabang bayi Rene Descartes, filosof, ilmuwan, matematikus Perancis yang tersohor. Waktu mudanya dia menghabiskan masa studinya di sekolah Yesuit, College La Fleche. Begitu umur dua puluh dia dapat gelar ahli hukum dari Universitas Poitiers walau tidak pernah mempraktekkan ilmunya sama sekali. Meskipun Descartes memperoleh pendidikan yang baik, tetapi dia yakin betul tak ada ilmu apa pun yang bisa dipercaya tanpa penalaran logika seperti contohnya dalam bidang matematika. Karena itu, bukannya dia meneruskan pendidikan formalnya, melainkan ambil keputusan untuk berkelana keliling Eropa dan melihat dunia dengan mata kepala sendiri. Berkat dasarnya berasal dari keluarga berada, mungkinlah dia mengembara kian kemari dengan leluasa dan longgar.
Sepak Terjangnya dalam Ilmu pengetahuan
Dari tahun 1616 hingga 1628, Descartes betul-betul berkeliling ke sana kemari, dari satu negeri ke negeri lain. Dia masuk tiga dinas ketentaraan yang berbeda-beda (Belanda, Bavaria dan Honggaria), walaupun tampaknya dia tidak pernah ikut bertempur sama sekali. Dikunjungi pula Italia, Polandia, Denmark dan negeri-negeri lainnya. Dalam tahun-tahun ini, dia menghimpun apa saja yang dianggapnya merupakan metode umum untuk menemukan kebenaran. Ketika umurnya tiga puluh dua tahun, Descartes memutuskan menggunakan metodenya dalam suatu percobaan membangun gambaran dunia yang sesungguhnya. Dia lantas menetap di Negeri Belanda dan tinggal di sana selama tidak kurang dari dua puluh satu tahun. (Dipilihnya Negeri Belanda karena negeri itu dianggapnya menyediakan kebebasan intelektual yang lebih besar ketimbang lain-lain negeri, dan karena dia ingin menjauhkan diri dari Paris yang kehidupan sosialnya tidak memberikan ketenangan cukup).

print this page Print this page

Aristoteles, Filosof Terbaik Sepanjang Masa

Selasa, 09 Maret 2010


Pendahuluan
Nyaris tak terbantahkan, bahwa Aristoteles adalah seorang filosof dan ilmuwan terbesar dalam dunia masa lampau. Dia memelopori penyelidikan perihal logika khususnya tentang diskursus silogisme, memperkaya hampir tiap cabang filsafat dan memberi sumbangsih tak terperikan besarnya terhadap ilmu pengetahuan.
Banyak ide-ide Aristoteles yang kini terbilang sudah ketinggalan jaman. Tetapi yang paling penting dari apa yang pernah dilakukan Aristoteles adalah pendekatan rasional yang senantiasa melandasi karyanya. Tercermin dalam tulisan-tulisan Aristoteles dlam sikapnya bahwa tiap segi kehidupan manusia atau masyarakat selalu terbuka untuk obyek pemikiran dan analisa. Pendapat Aristoteles, alam semesta tidaklah dikendalikan oleh serba kebetulan, oleh hal yang bersifat magis, oleh keinginan yang tak terjajaki kehendak dewa yang terduga, melainkan tingkah laku alam semesta itu tunduk pada hukum-hukum rasional. Kepercayaan ini menurut Aristoteles diperlukan bagi manusia untuk mempertanyakan tiap aspek dunia alamiah secara sistematis dan kita mesti memanfaatkan baik pengamatan empiris dan alasan-alasan yang logis sebelum mengambil keputusan. Rangkaian sikap-sikap ini --yang bertolak belakang dengan tradisi, takhyul dan mistik-- telah mempengaruhi secara mendalam peradaban Eropa.

print this page Print this page

Sejarah Singkat Tentang Voltaire

Jumat, 19 Februari 2010


Kredibilitasnya

Voltaire itu sebetulnya nama samaran. Nama yang diberikan bapaknya ketika dia diseret keluar oleh bidan adalah Francois Marie Arouet. Siapa pun panggilannya, yang jelas dia adalah tokoh terkemuka pembaharu Perancis. Ia merangkap profesi banyak yaitu penyair, penulis drama, penulis esai, penulis cerita pendek, ahli sejarah, dan profesi terakhir yang paling dikenal khalayak ramai, yaitu sebagai filosof. Dia betul-betul juru bicaranya para pemikiir bebas liberal.

print this page Print this page

Wahdatul Wujud, Serta Perbedaan Teori Wujud Sufi dan Teori Wujud Filosof

Kamis, 21 Januari 2010


Pendahuluan

Pembahasan tentang Tuhan sungguh telah menjadi pembahasan yang tiada habisnya. Dalam setiap zaman Tuhan selalu ingin diketahui oleh makhluk-Nya, hal ini berangkat dari fitrah manusia yang mempunyai rasa ingin tahu dan rasa apresiasi yang tinggi. Maka atas itu, muncullah macam-macam disiplin ilmu yang membahas tentang Tuhan. Seperti contohnya Filsafat dan Tasawuf yang masing-masing memiliki metode yang berbeda dan sudut pandang yang berbeda, akan tetapi memulai start tentang pembahasan Tuhan dalam tempat yang sama, yakni dari bahasan wujud.

print this page Print this page

Penjelasan Ilmu Pengetahuan

Jumat, 25 Desember 2009

Pendahuluan

Tujuan yang paling mendasar dari adanya sebuah ilmu pengetahuan itu adalah bukan terapannya, akan tetapi bagaimana ilmu pengetahuan tersebut dapat dipahami lewat penjelasannya. Karena jika dapat dipahami maka sudah pasti bahwa ilmu pengetahuan tersebut dapat teraplikasi dan dianggap ilmiah. Maka dari itu dibutuhkan sebuah penjelasan ilmiah guna menjelaskan ilmu pengetahuan. Tapi apa sebenarnya penjelasan ilmiah itu? Apa sebenarnya artinya mengatakan bahwa suatu fenomena dapat dijelaskan oleh ilmu pengetahuan? Ini adalah pertanyaan yang telah digunakan filsuf sejak zaman Aristoteles, tapi diskursus tersebut lebih dipertanyakan lagi pada tahun sekitar 1950-an oleh seorang filsuf berkebangsaan Amerika yang bernama Carl Hempel dalam the covering law model.

print this page Print this page

Mullâ Shadrâ, Kiprahnya dalam Dunia Filsafat

Minggu, 12 Juli 2009


Biografi

Namanya adalah Shadr Al-Dîn Al-Syirâzî yang terkenal dengan sebutan nama Mullâ Shadrâ, Mullâ Shadrâ dilahirkan di Syiraz pada 1572, lalu pindah ke Isfahan, yakni sebuah kota pusat studi di wilayah Persia yang penting pada masa itu. Di Isfahan, Mullâ Shadrâ berguru kepada dua filosof yang terkenal sebelumnya, yaitu Mîr Dâmad dan Mîr Abû Al-Qâsim Findereski (w. 1640), lalu ia kembali lagi kekota kelahirannya untuk menjadi dosen pada sebuah perguruan tinggi di sana. Konon, Mulla Shadra pernah melaksanakan ibadah haji dengan berjalan kaki sebanyak tujuh kali, dan wafat di Bashrah sekembalinya dari ibadah haji yang ketujuh pada tahun 1641.

print this page Print this page

Manusia Menjadi

Kamis, 09 Juli 2009

PENGANTAR

Jika ditilik dari segi bahasa, Manusia berasal dari akar kata “nasiya” yang mempunyai arti “lupa” mungkin penamaan ini merujuk pada kenyataan bahwa manusia adalah mahluk yang mempunyi sifat pelupa. manusia juga bisa disebut dengan “insan” dari kata dasar al-uns yang berarti “jinak” artinya, manusia selalu menyesuaikan diri (adaptasi) dengan keadaan yang baru disekitarnya.

Manusia juga dapat diartikan berbeda-beda jika ditinjau dari segi biologis, rohani, kebudayaan ataupun campuran. Dari segi biologis misalnya, manusia dikelompokkan kedalam golongan Homo Sapiens yaitu sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi. Dari segi rohani/agama, manusia adalah mahluk yang terdiri dari aspek jasmani dan ruhani atau jasad dan jiwa, dimana jiwa adalah percikan dari ruh Tuhan yang bersemayam dalam tubuh manusia, sehingga dengan perantaraan jiwa ini manusia dekat dengan Tuhannya.

print this page Print this page

 
 
 

Followers