Politik yang banyak masyarakat kenal dewasa ini seringkali diartikan sebagai perihal yang kotor, yang menjadi jurang bagi pelaksananya dan menjadikan pelaksananya tersebut sebagai orang-orang yang diklaim buruk. Terkadang ada yang menganggap pula bahwa politik menghantarkan pelaksananya untuk berfikir sebagai orang-orang yang melupakan nilai-nilai keagamaan yang selalu menjunjung tinggi nilai budi luhur, sehingga langkah yang diambilnya menjadikan ia bertindak tidak adil. Memang politik yang bersifat seperti ini ada pada kalangan kita, terutama di negeri kita tercinta.
Oleh karena itu Ibn Taimiyah dalam menangggapi masalah ini, ia memberikan solusinya, sebagai jalan tengah untuk memberikan pandangan baru kepada khalayak bahwa politik tidaklah buruk seperti yang selama ini dinilai. Kita ketahui secara tidak langsung Rasulullah saww dalam kehidupannya berkecimpung dalam politik. Baginya, agar politik mendapat tempat sebagaimana mestinya, maka agama haruslah mendampinginya supaya tetap sehat dan berada pada keluhuran nilai-nilai agama. Politik yang berasaskan agama ini dinamakan dengan Al-Siyâsah Al-Syar‘iyyah/Pemerintahan Syariat.
